Saturday, May 23, 2009

bagai air tumpah dari gelas ke dalam kerongkongan kita

alkisah, siang tadi sampai ba'da ashar saya dan kawan-kawan di rohis mengadakan rapat....

dalam rapat tersebut terbahas beberapa agenda,

yaaa biasa laaahh, ttg progja tahunan dan progja mingguan..

banyak yang kita bahas, samapi melebar pada suatu topik..

intinya mah, tentang komunikasi kita sesama anggota rohis,
kesalahpahaman yang sering terjadi.

sempat terasa mellow juga sih, bahkan sampai hampir meneteskan air mata T.T

namun,,, semua bisa kembali ceria!!
hahaha,,, bisa rapat sambil ketawa-ketawa lagi...hehehehehe...

semoga ini menjadi jalan baru bagi kita, titik pencerahan untuk kita semuaaa...

Aminn..

semangat!
hamasah!
gambatte kudasai!!

ayo semuanyaaaaaaaaa!!! [halaaah naon sih ieu,]
intinya, semua keluh kesah itu bagaikan air... yang sekarang tumpah, keluar dari gelas membasahi kerongkongan kita dan menghilangkan dahaga kita....


(catatan penulis : ga bisa merincikan ceritanya kaya apa. beneran deh. terharu abis'a. jd pgn nangis.)

Tuesday, May 05, 2009

hal yang membuatku bangga menjadi orang sunda

beberapa hari yang lalu saya membaca satu tabloid, dan terhenti melihat satu iklan produk ini :


Gak tanggung-tanggung, Sony Ericsson langsung memasukan 2 seri ponselnya dengan fitur Bahasa Jawa dan Sunda. Dua seri ponsel itu adalah seri W302 dan S302 yang sudah diluncurkan sejak akhir tahun 2008 lalu, tetapi kini di-upgrade dengan fitur bahasa sunda dan jawa.

Menurut Djunadi Satrio, Head of Marketing Sony Ericsson Indonesia, tim Sony Ericsson memerlukan waktu satu tahun untuk mempersiapkan fitur bahasa Jawa dan Sunda sebelum akhirnya diluncurkan melalui kedua ponsel ini. Tak semua istilah diterjemahkan ke dalam bahasa daerah ini, selain tak ada padanannya, beberapa istilah yang sudah familiar, seperti bluetooth dan download dipertahankan dengan bahasa aslinya.

Untuk mempersiapkan bahasa yang benar dalam ponsel ini, seperti dikutip Warta Kota, Sony Ericsson meminta bantuan ahli bahasa dari UGM dan UI. Pihak Sony Ericsson mengklaim sebagai produsen ponsel pertama yang membuat ponsel dengan bahasa Sunda dan Jawa. Untuk ke depannya, ponsel-ponsel keluaran Sony Ericsson akan dilengkapi pula dengan kedua bahasa ini.

Ponsel W302 Walkman® memiliki spesifikasi kamera 2 MP, radio FM, TrackID™, dan Memory Stick Micro (M2) 512 MB dibanderol dengan harga Rp 1.500.000. Sementara untuk ponsel S302 Snapshot mengunggulkan kamera 2 MP yang dilengkapi dengan memori internal 20 MB dan dukungan memori eksternal Memory Stick Micro™ (M2™), Photo Light dan Photo Fix dipasarkan dengan harga Rp 1.400.000.


Gusti!! aya hape nu nganggoan basa sunda! hihihi...

saya sampai tertawa, tapi dengan ekspresi senang tentunya.
jadi, disini saya ga maksud buat ngiklan, tapi sebagai orang sunda, tentu senang dong dengan hadirnya produk ini!

mama, mama, abdi hoyong hape nu eta, nu basa sundaan tea!!

haha ;-D

iiih, ga kompak deh..!

tapi, kalo kita keliatan kompaaaaak banget, mungkin bisa jadi nantinya kita bakalan dicap- salah lagi..

hahaha, itulah dilema kita sebagai pengurus Rohis.
eh, eh, kok gitu sih..?? [halaaaah, nah ateu jelas kieu abdi]

tapi yaa realitanya, kadang lebih banyak merasa ga kompaknya. ujung-ujungnya misskomunikasi gitu deh. sebetulnya ini terlihat wajar, karena sebagai organisasi besaaar [hehe, lebay] kami tak luput dari hal tersebut. tapi, dari hati seorang anggota rohis yang paling dalam seperti diriku, [hiks,] kadang itu semua membuatku bingung...

contoh kasusnya nih, pada suatu hari jumat saya--dan teman2 perempuan saya anggota rohis akhwat kls XI-- bingung sebingung-bingungnya liat masjid sudah ramai, persis setelah sholat jumat. waduh2, ada apaaa gerangan?? yang bikin bingung, saya dan salah satu teman saya didatengin [waduh, serem amat yak bahasanya] sama Ibu kesayangan kita, ibu pembina rohis beliau bertanya dengan raut muka bingung "ini ada acara apa di rohis??"
usut punya usut, ternyata ada alumni yang mengadakan acara nomat--singkatan dari nonton bermanfaat--. kebingungan Ibu pembina rohis tak sampai disitu saja, saya pun diberi perintah untuk memanggil mas'ul rohis dan alumni yang dianggap sebagai koordinator acaraini. setelah kita bicara panjang lebar, barulah kita sepakat acara tersebut bisa dilanjutkan. hags hags hags, rumit juga yaa. saya pun selaku anggota rohis akhwat suka merasa kurang dikomunikasiin gitu sama anggota rohis ikhwan. dan, kalimat terakhir yang saya sebutkan tadilah akar masalahnya.

tuh, kan?

jadi sampai sekarang, saya merasa antara anggota rohis ikhwan-akhwat ga kompak gitu loh. kata kakak2 yg lebih senior sih, itu mah masalah klasik. hehe. tapi kan teteuup gitu. kalo diinget-inget, peristiwa kita (anggota rohis akhwat) didatengin sama Ibu pembina, dan kita ditanya ini itu, udah sering banget. tapi yang disayangkan adalaaaaah kita tidak bisa menjawab dengan penuh keyakinan karena satu : kita belum paham. kita belum dikasih tahu sama yang ikhwan. mentok2nya jawaban kita kayak gitu. haha. beribu maaf ku hanturkan padamu, Ibu pembina!


yaaa. kemudian saya berfikir bahwa mungkin para anggota rohis ikhwan merasa mampu meng-handle dulu semua hal, baru setelah itu jika merasa perlu bantuan mengkomunikasikannya ke yang akhwat. hmmm,, gitu ya?? apakah benaarr??

upss, apa ada yang salah ya dari tulisanku ini? insyaAllah sih tidak. yang namanya blog kan tempatnya curhaaat, trus kan isi curhatan kan yang kaya giniiii... iiihh,, kammuuu,,, [naon ci??]

ayolah kawan, masa kepengurusan kita tinggal sedikit lagi,! ayo kita bekerja lebih keras, membangun pondasi demi bangunan Rohis Al-Jihad yang kokoh dan tak goyah oleh godaan... hiyaaaatt... [jurus apa ni ya?]

takbir, !!

Allaaahuakbaar!!!!

Monday, March 16, 2009

apa sih tujuan hidup saya?

banyak orang yang membicarakan hal ini, mungkin itu terkadang terkamuflase dengan pertanyaan :
=> apa sih cita-cita kamu?
=> kalau kamu udah gede apa yang ingin kamu lakukan?

tetapi pada intinya, semua itu sama maknanya.

saat ini, bagi saya khususnya, saya berada di masa pertengahan. antara anak-anak hingga dewasa. sungguh memang saya menyadari bahwa masa-masa inilah yang harus saya pergunakan untuk membentuk diri saya, mencapai tujuan hidup saya. tapi sungguh, jika saya ditanyakan pertanyaan seperti itu, saya masih sangat bingung untuk mencari jawaban jawaban yang tepat.

misal, saya ditanya "apa cita-cita kamu?"
pada saat saya SD, (seingat saya) saya menjawab "mau jadi guru,"
kenapa saya menjawab seperti itu ?
analisis saya menyebutkan bahwa saya tumbuh di lingkungan praktisi pendidikan.
Dikeluarga, umur saya kebanting. mama-papa saya lahir tahun 1947 keatas, kakak2 saya lahir tahun 1974 keatas. sementara saya? saya lahir tahun 1993.
untuk lebih jelasnya nih ya,
} Papa saya mengawali karir jadi guru-kepala sekolah-pengawas pendidikan bidang TK/SD di UPTD Pendidikan. sempat pindah-pindah dari UPTD Pendidikan kecamatan Limo, kecamatan sawangan, kecamatan parung, sampai di kecamatan Ciseeng sampai beliau pensiun.
} Mama saya mengawali karier menjadi guru, semenjak merantau ke Bogor. dari guru TK, guru SD, sampai diangkat jadi Kepala Sekolah.
} dari 4 kakak saya, 2 diantaranya kuliah di UNJ. jadilah, setelah mereka lulus terciptalah gelar "S.Pd" ataui kependekan dari Sarjana Pendidikan. dua kakak saya yang lainnya sempat "berkelana" sebelum akhirnya terjun juga jadi guru. kakak saya yg paling tua pernah kerja di Hotel, kakak saya yang satu lagi kerja di Perusahaan swasta. nah, sekarang mah yaaa mereka jadi guru deh di SDN Ciseeng 02. almamater saya dan SD yang Mama saya pimpin.tujuan mereka sih kayanya "ah, jadi guru honorer aja dulu, baru nanti berjuang jadi PNS. "

terlebih lagi, saya cukup "dikekang" oleh orangtua saya. bermain pun hanya sekitaran rumah dan lapangan belakang rumah saya (yang dulu, sebelum saya pindah ke rumah saya yang sekarang). maka, saya tidak punya referensi lain. jadi,guru-lah yang tercetus dari pikiran saya.

pada saat saya SMP, saya mulai tau hal-hal baru. pertama, karena sekolah menengah pertama saya agak jauh dari rumah. intinya, saya mulai bebas-hehe. saya mulai bergaul dengan orang-orang yang baru. saya merasa suasana di SMP sangat berbeda di SD. agak kebanting juga sih, 6 tahun sekelas dengan teman yang sama lalu masuk ke SMP yang beratus-ratus orang teman baru saya itu datang dari berbagai SD yang tidak hanya diwilayah Ciseeng-Putatnutug-Parung saja.
terlebih lagi, waktu itu saya lagi ngefans-ngefansnya sama Alfito Deannova, salah satu news presenter di Liputan 6 SCTV (waktu itu yaaa,). saya jadi terbuka tentang politik dan masalah2 diluar saya pada umumnya, dan dunia jurnalistik pada khususnya. jadi, jawaban saya untuk pertanyaan "apa cita-cita kamu" adalah "jadi jurnalis, reporter, atau kameramen."

nah sekarang, pada saat saya SMA, pandangan saya terhadap masa depan saya mulai "kabur". di SMA, pikiran saya disibukkan dengan pelajaran. di kelas X kemarin kalau tidak salam ada 18 mata pelajaran yang kami dapat selama 6 hari disekolah. belum lagi tugas2 nya yg banyak, ikut kompetisi, beban moral kami sebagai murid yang terjaring di "kelas SBI", dan juga pikiran saya yang kadang terbayang-bayang wajah akan dirinya (taelaaaaahh,)..hehehe.

nah, jadi,
duh, bingung euy!
intinyamah gini aja. saya sekarang masuk jurusan IPA. sebentar lagi saya kelas XII. itu berarti sebentar lagi saya menghadapi UN. itu berarti saya sebentar lagi kuliah, itu berarti saya semakin dekat dengan tujuan hidup saya, yang disebut sebagai "cita-cita" tadi.

dan saya sekarang tidak tahu,

Cita-cita saya apaaaa???????!!!!!!!

check it out!

Saturday, May 23, 2009

bagai air tumpah dari gelas ke dalam kerongkongan kita

alkisah, siang tadi sampai ba'da ashar saya dan kawan-kawan di rohis mengadakan rapat....

dalam rapat tersebut terbahas beberapa agenda,

yaaa biasa laaahh, ttg progja tahunan dan progja mingguan..

banyak yang kita bahas, samapi melebar pada suatu topik..

intinya mah, tentang komunikasi kita sesama anggota rohis,
kesalahpahaman yang sering terjadi.

sempat terasa mellow juga sih, bahkan sampai hampir meneteskan air mata T.T

namun,,, semua bisa kembali ceria!!
hahaha,,, bisa rapat sambil ketawa-ketawa lagi...hehehehehe...

semoga ini menjadi jalan baru bagi kita, titik pencerahan untuk kita semuaaa...

Aminn..

semangat!
hamasah!
gambatte kudasai!!

ayo semuanyaaaaaaaaa!!! [halaaah naon sih ieu,]
intinya, semua keluh kesah itu bagaikan air... yang sekarang tumpah, keluar dari gelas membasahi kerongkongan kita dan menghilangkan dahaga kita....


(catatan penulis : ga bisa merincikan ceritanya kaya apa. beneran deh. terharu abis'a. jd pgn nangis.)

Tuesday, May 05, 2009

hal yang membuatku bangga menjadi orang sunda

beberapa hari yang lalu saya membaca satu tabloid, dan terhenti melihat satu iklan produk ini :


Gak tanggung-tanggung, Sony Ericsson langsung memasukan 2 seri ponselnya dengan fitur Bahasa Jawa dan Sunda. Dua seri ponsel itu adalah seri W302 dan S302 yang sudah diluncurkan sejak akhir tahun 2008 lalu, tetapi kini di-upgrade dengan fitur bahasa sunda dan jawa.

Menurut Djunadi Satrio, Head of Marketing Sony Ericsson Indonesia, tim Sony Ericsson memerlukan waktu satu tahun untuk mempersiapkan fitur bahasa Jawa dan Sunda sebelum akhirnya diluncurkan melalui kedua ponsel ini. Tak semua istilah diterjemahkan ke dalam bahasa daerah ini, selain tak ada padanannya, beberapa istilah yang sudah familiar, seperti bluetooth dan download dipertahankan dengan bahasa aslinya.

Untuk mempersiapkan bahasa yang benar dalam ponsel ini, seperti dikutip Warta Kota, Sony Ericsson meminta bantuan ahli bahasa dari UGM dan UI. Pihak Sony Ericsson mengklaim sebagai produsen ponsel pertama yang membuat ponsel dengan bahasa Sunda dan Jawa. Untuk ke depannya, ponsel-ponsel keluaran Sony Ericsson akan dilengkapi pula dengan kedua bahasa ini.

Ponsel W302 Walkman® memiliki spesifikasi kamera 2 MP, radio FM, TrackID™, dan Memory Stick Micro (M2) 512 MB dibanderol dengan harga Rp 1.500.000. Sementara untuk ponsel S302 Snapshot mengunggulkan kamera 2 MP yang dilengkapi dengan memori internal 20 MB dan dukungan memori eksternal Memory Stick Micro™ (M2™), Photo Light dan Photo Fix dipasarkan dengan harga Rp 1.400.000.


Gusti!! aya hape nu nganggoan basa sunda! hihihi...

saya sampai tertawa, tapi dengan ekspresi senang tentunya.
jadi, disini saya ga maksud buat ngiklan, tapi sebagai orang sunda, tentu senang dong dengan hadirnya produk ini!

mama, mama, abdi hoyong hape nu eta, nu basa sundaan tea!!

haha ;-D

iiih, ga kompak deh..!

tapi, kalo kita keliatan kompaaaaak banget, mungkin bisa jadi nantinya kita bakalan dicap- salah lagi..

hahaha, itulah dilema kita sebagai pengurus Rohis.
eh, eh, kok gitu sih..?? [halaaaah, nah ateu jelas kieu abdi]

tapi yaa realitanya, kadang lebih banyak merasa ga kompaknya. ujung-ujungnya misskomunikasi gitu deh. sebetulnya ini terlihat wajar, karena sebagai organisasi besaaar [hehe, lebay] kami tak luput dari hal tersebut. tapi, dari hati seorang anggota rohis yang paling dalam seperti diriku, [hiks,] kadang itu semua membuatku bingung...

contoh kasusnya nih, pada suatu hari jumat saya--dan teman2 perempuan saya anggota rohis akhwat kls XI-- bingung sebingung-bingungnya liat masjid sudah ramai, persis setelah sholat jumat. waduh2, ada apaaa gerangan?? yang bikin bingung, saya dan salah satu teman saya didatengin [waduh, serem amat yak bahasanya] sama Ibu kesayangan kita, ibu pembina rohis beliau bertanya dengan raut muka bingung "ini ada acara apa di rohis??"
usut punya usut, ternyata ada alumni yang mengadakan acara nomat--singkatan dari nonton bermanfaat--. kebingungan Ibu pembina rohis tak sampai disitu saja, saya pun diberi perintah untuk memanggil mas'ul rohis dan alumni yang dianggap sebagai koordinator acaraini. setelah kita bicara panjang lebar, barulah kita sepakat acara tersebut bisa dilanjutkan. hags hags hags, rumit juga yaa. saya pun selaku anggota rohis akhwat suka merasa kurang dikomunikasiin gitu sama anggota rohis ikhwan. dan, kalimat terakhir yang saya sebutkan tadilah akar masalahnya.

tuh, kan?

jadi sampai sekarang, saya merasa antara anggota rohis ikhwan-akhwat ga kompak gitu loh. kata kakak2 yg lebih senior sih, itu mah masalah klasik. hehe. tapi kan teteuup gitu. kalo diinget-inget, peristiwa kita (anggota rohis akhwat) didatengin sama Ibu pembina, dan kita ditanya ini itu, udah sering banget. tapi yang disayangkan adalaaaaah kita tidak bisa menjawab dengan penuh keyakinan karena satu : kita belum paham. kita belum dikasih tahu sama yang ikhwan. mentok2nya jawaban kita kayak gitu. haha. beribu maaf ku hanturkan padamu, Ibu pembina!


yaaa. kemudian saya berfikir bahwa mungkin para anggota rohis ikhwan merasa mampu meng-handle dulu semua hal, baru setelah itu jika merasa perlu bantuan mengkomunikasikannya ke yang akhwat. hmmm,, gitu ya?? apakah benaarr??

upss, apa ada yang salah ya dari tulisanku ini? insyaAllah sih tidak. yang namanya blog kan tempatnya curhaaat, trus kan isi curhatan kan yang kaya giniiii... iiihh,, kammuuu,,, [naon ci??]

ayolah kawan, masa kepengurusan kita tinggal sedikit lagi,! ayo kita bekerja lebih keras, membangun pondasi demi bangunan Rohis Al-Jihad yang kokoh dan tak goyah oleh godaan... hiyaaaatt... [jurus apa ni ya?]

takbir, !!

Allaaahuakbaar!!!!

Monday, March 16, 2009

apa sih tujuan hidup saya?

banyak orang yang membicarakan hal ini, mungkin itu terkadang terkamuflase dengan pertanyaan :
=> apa sih cita-cita kamu?
=> kalau kamu udah gede apa yang ingin kamu lakukan?

tetapi pada intinya, semua itu sama maknanya.

saat ini, bagi saya khususnya, saya berada di masa pertengahan. antara anak-anak hingga dewasa. sungguh memang saya menyadari bahwa masa-masa inilah yang harus saya pergunakan untuk membentuk diri saya, mencapai tujuan hidup saya. tapi sungguh, jika saya ditanyakan pertanyaan seperti itu, saya masih sangat bingung untuk mencari jawaban jawaban yang tepat.

misal, saya ditanya "apa cita-cita kamu?"
pada saat saya SD, (seingat saya) saya menjawab "mau jadi guru,"
kenapa saya menjawab seperti itu ?
analisis saya menyebutkan bahwa saya tumbuh di lingkungan praktisi pendidikan.
Dikeluarga, umur saya kebanting. mama-papa saya lahir tahun 1947 keatas, kakak2 saya lahir tahun 1974 keatas. sementara saya? saya lahir tahun 1993.
untuk lebih jelasnya nih ya,
} Papa saya mengawali karir jadi guru-kepala sekolah-pengawas pendidikan bidang TK/SD di UPTD Pendidikan. sempat pindah-pindah dari UPTD Pendidikan kecamatan Limo, kecamatan sawangan, kecamatan parung, sampai di kecamatan Ciseeng sampai beliau pensiun.
} Mama saya mengawali karier menjadi guru, semenjak merantau ke Bogor. dari guru TK, guru SD, sampai diangkat jadi Kepala Sekolah.
} dari 4 kakak saya, 2 diantaranya kuliah di UNJ. jadilah, setelah mereka lulus terciptalah gelar "S.Pd" ataui kependekan dari Sarjana Pendidikan. dua kakak saya yang lainnya sempat "berkelana" sebelum akhirnya terjun juga jadi guru. kakak saya yg paling tua pernah kerja di Hotel, kakak saya yang satu lagi kerja di Perusahaan swasta. nah, sekarang mah yaaa mereka jadi guru deh di SDN Ciseeng 02. almamater saya dan SD yang Mama saya pimpin.tujuan mereka sih kayanya "ah, jadi guru honorer aja dulu, baru nanti berjuang jadi PNS. "

terlebih lagi, saya cukup "dikekang" oleh orangtua saya. bermain pun hanya sekitaran rumah dan lapangan belakang rumah saya (yang dulu, sebelum saya pindah ke rumah saya yang sekarang). maka, saya tidak punya referensi lain. jadi,guru-lah yang tercetus dari pikiran saya.

pada saat saya SMP, saya mulai tau hal-hal baru. pertama, karena sekolah menengah pertama saya agak jauh dari rumah. intinya, saya mulai bebas-hehe. saya mulai bergaul dengan orang-orang yang baru. saya merasa suasana di SMP sangat berbeda di SD. agak kebanting juga sih, 6 tahun sekelas dengan teman yang sama lalu masuk ke SMP yang beratus-ratus orang teman baru saya itu datang dari berbagai SD yang tidak hanya diwilayah Ciseeng-Putatnutug-Parung saja.
terlebih lagi, waktu itu saya lagi ngefans-ngefansnya sama Alfito Deannova, salah satu news presenter di Liputan 6 SCTV (waktu itu yaaa,). saya jadi terbuka tentang politik dan masalah2 diluar saya pada umumnya, dan dunia jurnalistik pada khususnya. jadi, jawaban saya untuk pertanyaan "apa cita-cita kamu" adalah "jadi jurnalis, reporter, atau kameramen."

nah sekarang, pada saat saya SMA, pandangan saya terhadap masa depan saya mulai "kabur". di SMA, pikiran saya disibukkan dengan pelajaran. di kelas X kemarin kalau tidak salam ada 18 mata pelajaran yang kami dapat selama 6 hari disekolah. belum lagi tugas2 nya yg banyak, ikut kompetisi, beban moral kami sebagai murid yang terjaring di "kelas SBI", dan juga pikiran saya yang kadang terbayang-bayang wajah akan dirinya (taelaaaaahh,)..hehehe.

nah, jadi,
duh, bingung euy!
intinyamah gini aja. saya sekarang masuk jurusan IPA. sebentar lagi saya kelas XII. itu berarti sebentar lagi saya menghadapi UN. itu berarti saya sebentar lagi kuliah, itu berarti saya semakin dekat dengan tujuan hidup saya, yang disebut sebagai "cita-cita" tadi.

dan saya sekarang tidak tahu,

Cita-cita saya apaaaa???????!!!!!!!